JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa agenda joint study atau studi bersama yang dilakukan oleh Shell Plc bersama Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) di lima wilayah kerja (WK) migas kini sudah masuk dalam proses finalisasi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa kegiatan studi bersama itu meliputi lima blok migas yang terbagi menjadi dua wilayah kerja di lepas pantai (offshore) serta tiga wilayah kerja di daratan (onshore).
"Iya, ada beberapa kan, lima join study kan, dua offshore, tiga onshore kalau nggak salah," kata Djoko di Gedung DPR RI, dikutip Kamis (4/6/2026).
Kemudian, Djoko menambahkan bahwa perkembangan terkini dari studi bersama tersebut sudah berada di fase penutupan dan ditargetkan bisa rampung dalam waktu dekat.
"Dalam finalisasi, mudah-mudahan cepat selesai, sudah dilelang, sudah kerjain bloknya," ujarnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengonfirmasi bahwa pada Maret tahun kemarin, pihak SKK Migas sempat diundang secara langsung oleh Shell menuju kantor pusat mereka demi meyakinkan pihak investor.
Selesai dari agenda pertemuan itu, Shell kemudian berpartisipasi dalam agenda Indonesia Petroleum Association (IPA) sekaligus melakukan pembelian data melalui MDR (Membership Data Room).
"Pak Kepala memerintahkan kami untuk mengundang Shell ke Indonesia di acara gelaran IPA Indonesia Petroleum Association, kami undang balik, dia hadir dan dia menyampaikan secara verbal ketertarikan untuk masuk kembali ke Indonesia," ujar Rikky di Kantor SKK Migas dikutip Selasa (22/7/2025).
Berdasarkan penjelasan Rikky, indikasi ketertarikan Shell pada sektor investasi hulu migas di tanah air nampak saat korporasi raksasa dunia itu menebus data MDR dengan nilai mencapai US$ 30.000.
Oleh sebab itu, pihaknya bertekad menjamin agar Shell memperoleh kenyamanan dalam mengelola beragam risiko investasi di Indonesia.
"Dan ini dibuktikan dengan Shell membeli data melalui MDR. Jadi dia yang ikutan juga beli US$ 30.000 itu sudah memasukkan ke negara gitu untuk melihat-lihat opportunity," katanya.