Perang Harga Mobil di China Masih Berlanjut, Pemerintah Turun Tangan

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:14:15 WIB
Mobil bekas nol kilometer BYD Seagull dan Xiaomi SU7 yang beredar di pasar China. (Sumber Foto: kabarbursa.com)

JAKARTA - Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) menyebut perang harga di industri otomotif masih berlanjut. Regulator China turun tangan memanggil produsen mobil yang diduga terlibat dalam persaingan tidak rasional.

Dikutip CNEV Post, penjualan kendaraan di China terdampak akibat praktik perang harga mobil. Konsumen memiliki harapan tinggi terhadap penurunan harga lebih lanjut, yang menyebabkan permintaan ritel melemah.

"CPCA mengatakan bahwa penjualan ritel relatif lemah akhir-akhir ini, tekanan operasional meningkat di semua mata rantai, dan laju produksi dan penjualan perlu diperlambat," demikian dikutip dari CNEV Post.

Menanggapi kasus perang harga tersebut, dua regulator China, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR), memanggil serta memperingatkan produsen mobil yang diduga terlibat dalam persaingan tidak rasional. 

Ini menjadi langkah terbaru pihak berwenang untuk mengendalikan perang harga yang berkepanjangan di industri otomotif China.

"MIIT dan SAMR meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk mematuhi hukum dan peraturan secara ketat, termasuk Undang-Undang Harga dan aturan tentang pembatasan dumping di bawah harga pokok," demikian menurut pernyataan yang dirilis oleh MIIT.

Para regulator juga meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperkuat kepatuhan harga dan pengendalian kualitas produk sesuai pedoman kepatuhan perilaku penetapan harga di industri otomotif, serta melindungi hak dan kepentingan konsumen yang sah.Kedua regulator mengatakan langkah ini bertujuan menjaga tatanan pasar yang menampilkan produk berkualitas dengan harga wajar serta persaingan sehat. Namun, tidak disebutkan perusahaan apa saja yang dipanggil.

Terkini