Penertiban Pasar Alok, Pedagang Protes Lapak Rusak hingga WC Terbatas

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:14:16 WIB
Pedagang Pasar Alok mengeluhkan kerusakan lapak dan barang dagangan akibat penertiban Satpol PP. (Sumber Foto: tribunnews.com)

MAUMERE – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kabupaten Sikka yang menghadirkan pedagang korban penertiban Pasar Alok, Maumere, berlangsung memanas pada Kamis (11/6/2026). 

Para pedagang menyampaikan protes keras terhadap tindakan penertiban oleh Satpol PP yang dianggap merugikan, sekaligus menyoroti buruknya fasilitas dasar di pasar, khususnya operasional toilet umum.

Aksi ini dipicu kekecewaan pedagang karena barang dagangan, lapak, dan tenda mereka rusak saat penertiban. Pedagang menilai tindakan aparat tidak adil karena hanya menyasar area dalam pasar, sementara pedagang di luar area jalan dibiarkan. Sisilia Lingu Soge, salah satu pedagang, mengaku sangat terpukul karena modal puluhan juta rupiah hilang dalam sekejap. 

"Barang-barang kami dibeli dengan uang puluhan juta rupiah. Belum dapat keuntungan seribu rupiah, semuanya sudah dirusak. Bupati yang perintah. Kami sudah memilih pemimpin untuk melindungi dan mengayomi, tetapi justru barang-barang kami dirusak," ujar Sisilia.

Selain soal penertiban, pedagang memprotes fasilitas WC yang dikelola pihak ketiga. WC tersebut tidak beroperasi 24 jam, melainkan hanya pukul 08.00 hingga 16.00 dengan tarif Rp 2.000 per masuk. 

"Masa WC seperti kantor saja, kenapa tidak buka 24 jam," kritik Mama Kartini. Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, langsung mendesak Pemkab Sikka segera membenahi fasilitas pasar secara menyeluruh.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan bahwa penertiban dilakukan demi kerapian dan mencegah banjir. "Kami mau tata biar tidak sembrawut karena ada los tapi tidak ditempati pedagang. Ada pedagang yang jualan di atas drainase dan jalan masuk maka itu kami ingin tata. Ada yang jualan di drainase sehingga kami harus rapikan biar hujan tidak banjir," terang Simon.

Di sisi lain, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago membantah tudingan bahwa dirinya melarikan diri dari kejaran pedagang saat meninggalkan lokasi rapat. Juventus menjelaskan bahwa ia harus menghadiri agenda penyerahan BPJS Ketenagakerjaan bagi 11.200 penerima manfaat. "Kami membagi tugas. 

Saya sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati dan Ketua DPRD. Saya juga sudah turun ke sini, sehingga semua agenda bisa berjalan dengan baik untuk masyarakat yang kami cintai bersama," pungkasnya.

Terkini